Shiraz Yang Tersembunyi adalah paling memikat di Iran terletak di wilayah selatan, ini dikenal sebagai “Kota Cinta dan Puisi”. Shiraz adalah kota yang hidup dalam puisi dan bernafas dalam sejarah. Dikenal sebagai kota bunga mawar, taman, dan penyair. Shiraz menyimpan keindahan arsitektur Persia klasik, kehangatan budaya lokal, dan jejak peradaban kuno yang telah berlangsung ribuan tahun. Bagi pecinta sejarah, arsitektur, dan budaya Timur Tengah, Shiraz bukan sekadar tempat ia adalah pengalaman spiritual dan estetika. Berikut adalah beberapa tempat yang wajib kalian kunjungi ketika sedang berada di kota satu ini.
🕌 1. Shiraz Masjid Nasir al-Mulk Yang Tersembunyi
Di tengah gang tenang di kota tua Shiraz berdiri sebuah keajaiban visual yang memesona siapa pun yang memasukinya: Masjid Nasir al-Mulk, atau yang lebih dikenal sebagai Pink Mosque. Dibangun pada akhir abad ke-19 oleh keluarga bangsawan Qajar, masjid ini terlihat sederhana dari luar. Tapi begitu matahari pagi menembus kaca patri warna-warni di ruang salat, interiornya berubah menjadi lautan cahaya berkilau dalam gradasi merah jambu, biru, kuning, dan hijau — menciptakan efek magis dan meditatif. Watktu terbaik berkunjung adalah Pukul 7:00 – 9:00 pagi, di waktu ini mataharimenmbus kaca jendela dan menciptakan pelangi.
📜 2. Makam Hafez
Hafez (1315–1390) adalah penyair paling dihormati dalam sejarah Persia, dijuluki “lidah jiwa bangsa Iran.” Puisinya penuh dengan metafora cinta, anggur, Tuhan, dan pencarian spiritual. Terletak di taman yang asri di utara Shiraz, Makam Hafez bukan sekadar tempat pemakaman, tapi tempat ziarah budaya dan spiritual. Di tengah taman, berdiri sebuah kubah batu bertiang delapan, tempat bersemayamnya makam sang penyair. Di atas batu nisannya tertulis bait puisi terakhir Hafez. Orang datang bukan hanya untuk melihat—tapi untuk merenung, membaca, dan bahkan menangis.
🌳 3. Taman Eram Shiraz Yang Tersembunyi
Taman Eram, atau Bagh-e Eram dalam bahasa Persia, adalah salah satu contoh terbaik dari taman klasik Persia, simbol kesempurnaan alam yang tertata dan harmoni spiritual. Nama “Eram” sendiri berasal dari kata “Iram” yang merujuk pada taman surga dalam Al-Qur’an. Berada di jantung Shiraz, taman ini bukan hanya ruang hijau—ia adalah warisan budaya, seni, dan filosofi hidup bangsa Persia. Dalam budaya Persia, taman bukan sekadar hiasan. Ia adalah simbol kedamaian, kebijaksanaan, dan hubungan antara manusia dengan ciptaan-Nya.
🛍️ 4. Pasar Vakil (Vakil Bazaar)
Terletak di pusat kota tua Shiraz, Pasar Vakil (Vakil Bazaar) adalah pasar tradisional yang dibangun pada abad ke-18 oleh Karim Khan Zand, penguasa besar dinasti Zand. Hingga hari ini, tempat ini tetap hidup sebagai pusat perdagangan, seni kerajinan, dan interaksi sosial. Langkah kakimu akan membawa suara gema dari dinding batu bata melengkung, wangi rempah-rempah, aroma saffron, dan kilau perhiasan perak yang terpajang rapi. Vakil Bazaar bukan hanya tempat untuk membeli, tetapi tempat untuk mengenal. Mengenal budaya Persia melalui sentuhan karpet, wangi rempah, suara obrolan pedagang, dan senyum dari generasi yang menjaga warisan Shiraz yang tersembunyi.
☪️ 5. Shah Cheragh Shrine (Kuil Cahaya Raja)
Shah Cheragh — yang berarti “Raja Cahaya” — adalah kompleks makam suci dan tempat ziarah penting bagi umat Muslim Syiah. Terletak di pusat kota Shiraz, tempat ini bukan hanya lokasi religius, tetapi juga mahakarya arsitektur cahaya dan refleksi. Saat memasuki ruang utamanya, kamu akan disambut oleh dinding dan langit-langit penuh mosaik kaca dan cermin. Shah Cheragh adalah jembatan antara bumi dan langit. Di dalam refleksi ribuan cermin, banyak orang menemukan ketenangan, jawaban, dan harapan. Tak heran tempat ini menjadi salah satu lokasi paling sakral dan menggetarkan hati di seluruh Iran.