Tersembunyi di antara Pegunungan Kaukasus dan Laut Hitam, negara kecil bernama Surga Rasa Georgia menyimpan kekayaan kuliner yang luar biasa. Meski belum sepopuler Italia atau Jepang dalam peta gastronomi dunia, Georgia adalah harta karun rasa yang memadukan warisan Timur Tengah, Eropa Timur, dan Asia. Dari roti keju yang hangat hingga rebusan daging yang sarat rempah, Georgia adalah surganya para pecinta makanan tradisional. Berikut rekomendasi kuliner yang wajib untuk di coba ketika berkunjung ke negara satu ini.
🧀 1. Khachapuri – Surga Roti Keju Georgia yang Meleleh di Mulut
Di Georgia, makanan bukan sekadar pemenuh perut ia adalah lambang cinta dan Surga Rasa Georgia. Dan jika ada satu hidangan yang paling mencerminkan semangat itu, maka Khachapuri adalah jawabannya. Khachapuri adalah roti panggang berisi keju lokal khas Georgia yang meleleh di dalamnya. Varian paling ikonik adalah Adjarian Khachapuri, berbentuk seperti perahu kecil, bagian tengahnya berisi keju sulguni yang creamy, ditambah telur mentah yang diletakkan saat masih panas, serta sepotong mentega kuning mencolok yang perlahan meleleh di atasnya. Tak perlu alat makan untuk menikmati hidangan satu ini. Cukup sobek pinggir roti yang garing namun empuk, celupkan ke dalam genangan keju dan telur yang hangat.
📍 Rekomendasi: Sakhachapure – Terkenal dengan khachapuri dari berbagai wilayah Georgia.
🥟 2. Khinkali – Surga Pangsit Raksasa Isi Rasa Kaldu Georgia
Di antara dinginnya Pegunungan Kaukasus dan gemerlap tradisi kuno Georgia, terselip sebuah makanan yang sederhana namun penuh karakter: Khinkali. Pangsit raksasa ini tak hanya memikat dengan bentuknya yang unik, tapi juga dengan cara makannya yang tak biasa dan rasa yang kaya di dalamnya. Pangsit raksasa ini tak hanya memikat dengan bentuknya yang unik, tapi juga dengan cara makannya yang tak biasa dan rasa yang kaya di dalamnya. Di balik lipatan adonannya yang khas—biasanya dibuat dengan 18 hingga 20 lipatan dan terdapat isian. Terdapat isian daging cincang, rempah-rempah lokal, dan kaldu panas yang mengejutkan lidah pada gigitan pertama.
📍 Rekomendasi: Pasanauri – Restoran khinkali paling terkenal di Georgia.
🫓 3. Lobio – Kacang Merah dengan Gaya Klasik Georgia
Dalam kebudayaan kuliner Georgia, tidak semua hidangan harus berbahan dasar daging atau keju yang melimpah. Di tengah gemerlap rasa yang berat dan kaya lemak, Lobio hadir sebagai hidangan yang sederhana namun menenangkan jiwa—bagaikan pelukan hangat di musim dingin Pegunungan Kaukasus. Lobio (dari kata Georgia untuk “kacang”) adalah masakan tradisional berbahan dasar kacang merah yang dimasak perlahan bersama bawang, bawang putih, ketumbar, dan berbagai rempah khas Georgia seperti khmeli suneli.Biasanya ditambahkan sedikit cuka anggur merah atau sari delima agar rasanya lebih tajam dan seimbang. Hasil akhirnya? Rebusan kacang yang kental, beraroma rempah, dan sangat mengenyangkan.
📍 Rekomendasi: Barbarestan – Restoran ikonik yang menyajikan resep kuno Georgia, termasuk badrijani yang artistik..
🍆 4. Badrijani Nigvzit – Terong Gulung Saus Kenari
Badrijani Nigvzit salah satu makanan khas Georgia yang memiliki visual yang dan rasa yang sangat elegan. Hidangan ini adalah contoh sempurna bagaimana Georgia mengubah bahan sederhana menjadi sesuatu yang istimewa. Nama Badrijani Nigvzit secara harfiah berarti “terong dengan kenari”. Hidangan ini terdiri dari irisan tipis terong yang digoreng hingga lembut, lalu digulung dengan pasta kenari yang dihaluskan bersama bawang putih, cuka anggur, biji ketumbar, dan rempah-rempah khas seperti khmeli suneli—sejenis campuran rempah aromatik dari Georgia. Tidak seperti hidangan Georgia lainnya yang berani dan berat, Badrijani Nigvzit menghadirkan kesan halus, segar, dan sehat.
📍 Rekomendasi: Machakhela – Resto keluarga Georgia yang menyajikan lobio dalam pot tanah liat.
🍖 5. Chakhokhbili – Rebusan Ayam dan Tomat Berempah
Di jantung dapur tradisional Georgia, aroma harum tomat yang dimasak perlahan dengan bawang dan rempah memenuhi udara—itulah tanda bahwa Chakhokhbili sedang disiapkan. Chakhokhbili dibuat menggunakan burung pegar liar yang diburu di hutan-hutan Kaukasus, mencerminkan akar Georgia sebagai masyarakat pemburu dan petani. Namun seiring waktu, ayam mulai menggantikan daging buruan, menjadikannya lebih mudah diakses, namun tetap mempertahankan kekayaan rasa aslinya. Hidangan ini sangat fleksibel cocok untuk makan siang keluarga, makan malam musim dingin, atau bahkan sebagai bagian dari jamuan besar. Rasanya hangat, nyaman, dan membumi, seperti pelukan dari seseorang yang kamu cintai.
📍 Rekomendasi: Sofiko Restaurant – Restoran klasik yang menyajikan berbagai stew termasuk chakhokhbili otentik.